Yesus adalah Nabi Utusan Allah yang Mengajak Umatnya dari Gelap Menuju Terang

DALIL KRISTEN:

Kisah para rasul 26:15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

Yohanes 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 


SANGGAHAN:


Jika saudara mau dengan rendah hati mengutipnya sampai pasal 18, akan saudara temukan dengan jelas sekali bahwa konteks kutipan alkitab tersebut tidak berbicara tentang ketuhanan Yesus. Disebutkan seperti ini:


Untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari KEGELAPAN kepada TERANG dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.” (Kisah Para Rasul 26: 18)


Hal di atas senada dengan apa yang Allah firmankan di dalam Al-Quran, wahyu terakhir setelah taurat dan injil. Allah berfirman:

Hai Ahli Kitab (Kristen & Yahudi), sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari KEGELAPAN kepada TERANG benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". (QS. Al-Maidah: 15 – 17).
Jadi wajar, kalau di Yohannes 8: 12, Yesus berkata begini:

Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Wajar, karena memang seperti itulah tugas para Nabi dan Rasul.

Yohannes 8: 12 pun 100% tidak berbicara tentang ketuhanan Yesus. Pada ayat-ayat berikutnya di pasal yang sama, Yesus berkata:

dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan DIA YANG MENGUTUS AKU.” (Yoh 8: 16).

Siapa “DIA” yang mengutus “aku”? dijelaskan di ayat berikutnya:

Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.” (Yoh 8: 18).

BAPA? Siapa BAPA? Diterangkan di dalam Yohannes 20: 17. Yesus berkata:

Saya belum pergi kepada Bapak tetapi pergilah kepada saudara-saudaraku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BAPAKKU dan BAPAKMU, kepada ALLAHKU dan ALLAHMU”. (Yoh. 20: 17).

Di sini “Bapa” diartikan dalam bahasa kiasan, bukan arti biologis. Dalam cara yang manapun, Allah bukanlah seorang ayah dalam arti biologis kepada siapa pun. Hal semacam ini sebenarnya tidak aneh, karena orang kristen pun memanggil pendeta/pastor dengan sebutan bapa, dan tak ada seorang pun yang berfikir bahwa maksudnya adalah “BAPA KANDUNG”. Pun begitu pula Yesus dan Tuhan Allah, Tuhan bukan bapa yesus, dan yesus bukan anak Tuhan, jika kata BAPA tetap dipaksakan dengan arti “BAPA KANDUNG”, maka Tentunya berarti TUHAN PUNYA LEBIH DARI SATU ANAK, sebab di atas, Yesus berkata “Aku akan pergi kepada BAPAKKU dan BAPAKMU”. (baca artikel kemustahilan anak bagi tuhan)

Jadi jelas sekali bahwa YESUS telah membedakan dirinya dengan ALLAH (Tuhan), ALLAH bukan YESUS dan YESUS bukan TUHAN, di dalam Matius 10: 18 dikatakan:

Jawab Yesus: ‘Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik MELAINKAN ALLAH SAJA.”.

Jika YESUS itu TUHAN, dan MARIA diciptakan TUHAN, sungguh merupakan hinaan terhadap TUHAN jika kita kemudian berkata “MARIA MELAHIRKAN TUHAN”. Bukan kah TUHAN MENCIPTAKAN MARIA? Lalu kenapa MARIA MELAHIRKAN TUHAN? Oleh karena itu, Allah berfirman di dalam Al-Quran:

Mereka  berkata: "Allah mempunyai anak". MAHA SUCI ALLAH, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.”. (QS. Al-Maidah: 116).

BIAR saya jelaskan LETAK KEMAHASUCIAN ALLAH sehingga tidak pantas dikatakan PUNYA ANAK:

Memang, kita sepakat bahwa tak ada yang MUSTAHIL bagi ALLAH, namun jika kita mengatakan bahwa ALLAH telah melakukan hal yang mustahil, sama saja dengan MENGHINA ALLAH, dan menyematkan padanya perbuatan-perbuatan yang sia-sia dan kurang waras, MAHA SUCI ALLAH dari semua itu.

Jika saya mengatakan “Kemarin malam saya terbang”. Tentu perkataan itu terdengar konyol, tapi jika saya bertanya “mungkin atau tidak”? jawabannya “Mungkin saja, walaupun kemungkinannya hanya 1%”.

Berbeda jika saya berkata “Kemarin saya melihat mobil ngebut kenceng banget, tapi pelaaaaan banget”, “Kemarin saya melihat restoran yang ramai pengunjung tapi kosong tak ada seorang pun”. Jangankan didengar, orang yang mendengarkannya langsung bisa menilai kalau yang berkata tidak waras atau tengah mengigau.

Tahukah apa bedanya contoh pertama dan kedua? Yang pertama ada contoh dari HAL-HAL YANG BELUM BISA DIJANGKAU AKAL, contoh lain yang seperti ini adalah, keberadaan neraka, surga, malaikat dan seterusnya.

Berbeda dengan yang kedua. Yang kedua adalah contoh dari HAL-HAL YANG MUSTAHIL.

Menurut umat kristiani, YESUS adalah MANUSIA sekaligus TUHAN. Manusia diciptakan, sedangkan TUHAN tidak. Jika YESUS adalah MANUSIA dan TUHAN dalam satu waktu, sama saja dengan mengatakan bahwa ada PENCIPTA yang DICIPTAKAN, padahal jika PENCIPTA itu diciptakan, bukan pencipta namanya. Sama seperti angka satu dan dua, dua bukan satu dan satu bukan dua, jika dua itu satu, bukan dua namanya. (Baca artikel Trinitas Keyakinan Membingungkan)

Jadi, mohon maaf, perkara kejelimentan status ketuhanan Yesus bukanlah hal yang BELUM/TIDAK BISA dijangkau akal, melainkan hal yang mustahil, ini artinya pondasi keyakinan umat kristiani (akidah) dibangun dari hal yang mustahil. Dianggap wajar jika pondasinya BELUM MASUK AKAL, tapi tidak wajar jika pondasinya HAL YANG MUSTAHIL.

Itulah keyakinan UMAT KRISTIANI, berbeda dengan keyakinan kami, umat islam, TUHAN ITU SATU, ALLAH SAJA, yang LAINNYA adalah NABI dan RASUL termasuk YESUS. Lebih masuk akal yang mana? Lebih jelimet yang mana? Lebih memuliakan ALLAH yang mana? Lebih menyematkan KESUCIAN pada ALLAH yang mana?

Jadi YESUS adalah NABI dan RASUL (apostle of yah – utusan Allah), Rasul itu diutus oleh DIA, oleh Allah, berikut keterangannya di dalam bible:

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus YANG TELAH ENGKAU UTUS (Rasulullah – utusan Allah).” (Yohannes 17: 3)

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus MEMBERITAKAN INJIL Kerajaan Allah sebab UNTUK ITULAH AKU DIUTUS.".” (Lukas 4: 43)

Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Pemuda yang sudah mati itu, bangun duduk dan mulai berbicara. Maka Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "SEORANG NABI BESAR telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." (Lukas 7: 15 – 16).

Katanya kepada mereka: ‘Apakah itu?’ Jawab mereka: ‘Apa yang terjadi dengan YESUS ORANG NAZARET. DIA ADALAH SEORANG NABI, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.” (Lukas 24: 19)

Lebih jauh lagi, tidak ditemukan satu keterangan pun di dalam alkitab (bible) bahwa Yesus pernah berkata, “AKU TUHANMU, SEMBAHLAH AKU!” yang ada malah:

Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada­Nya: ‘Semua itu akan kuberikan kepadamu, jika Engkau sujud menyembah aku.’ Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: ENGKAU HARUS MENYEMBAH TUHAN, ALLAHMU, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)

Jika Yesus pernah bersabda di alkitab “AKULAH JALAN YANG LURUS” (Injil, Rasul Yahya 14:6)
Maka Yesus juga bersabda di dalam Al-Quran. Allah berfirman tentang sabdanya:

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. INILAH JALAN YANG LURUS".(QS. Ali-Imran: 51)

Jadi jalan YANG LURUS itu MENGIKUTI JALANNYA YESUS, bukan MENYEMBAH YESUS. Berkali-kali dalam bible YESUS bersabda “Allahku, Allahmu,….”.

Semua KEBENARAN ini tentu akan SANGAT JARANG DITERIMA oleh UMAT KRISTIANI, karena Allah sendiri berfirman:

Yesus Al Masih putera Maria itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (YAHUDI dan KRISTEN) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS. Al-Maidah: 75)

Lakum diinukum wa liya diin…


TAK ADA SATU PUN KETERANGAN ATAU DALIL DI DALAM ALKITAB YANG SECARA GAMBLANG MENYATAKAN BAHWA YESUS TUHAN, LEBIH JAUH LAGI, TAK ADA SATU PUN PERNYATAAN ATAU SABDA DARI BELIAU YANG MENYATAKAN BAHWA BELIAU ADALAH TUHAN.

UMAT ISLAM MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN YESUS, SEBAGAI NABI, BUKAN SEBAGAI TUHAN. ITULAH SELAMANYA YANG MEMBEDAKAN ISLAM DAN KRISTEN.

ORANG YANG MEMBACA KITAB PERJANJIAN LAMA TANPA ADA INFORMASI SEBELUMNYA TIDAK AKAN SAMPAI PADA KESIMPULAN KALAU YESUS ITU TUHAN.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. (Sekilas infoku) Saat kapanpun KeilahianYesusKristus juga RohKudus bisa disebut Allah, (hanya jika berdasarkan KualitasKeilahian)
    Demikian juga saat kapanpun Yesus juga RohKudus bisa disebut Utusan, (hanya jika berdasarkan “selain” dalam hal KualitasKeilahian.
    14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
    14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
    +++
    16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
    16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
    (Sebutan Tuhan sebenarnya tidak ditujukan pada Manusia Yesus, tapi pada KualitasAllah yang terkandung dalam KeilahianYesus)
    ---
    5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
    5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
    +++
    13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    ===
    Qs 11:37 Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
    Qs 21:29 Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim
    Qs 29:8 Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
    Qs 70:40 Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
    ---
    3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

    BalasHapus